Bidadari Ku, Perjalanan rasanya semakin panjang saja, terpaan badai Kehidupan membuat diri Ku merasa letih dalam jalani tiap langkah alunan waktu ini. Hanya saja setiap mata ini menatap bening mata Mu, tulus senyum Mu dan desau suara mu yang merdu di telinga ku, sontak letih ku hilang berganti dengan asa dan dian semangat yang begitu membara, seolah akan membawa diriku dan dirimu hidup berjuta-juta tahun lagi.
Waktu seperti begitu mudah dan cepat berlalu, mengantar kita ketepian batas kehidupan, menunggu detik-detik ketika raga memisahkan diri dari roh. Melewati batas masa dan warna kehidupan serasa tanpa ada jeda walau secara data sangatlah lama.
Bidadari ku harapku tak pernah pupus kepada Mu, walau hinaan, cercaan, makian terlontar jelas dari mulut mu, aku tahu itu bukan dari hati Mu. Bidadari ku percuma saja kau lakukan itu, cinta ku tak pernah pudar karenanya, sayang ku tak pernah hapus oleh itu, asa ku selalu bertumbuh disetiap makian mu.
Andailah saja ada yang bisa membunuh rasa itu, andai lah saja ada yang bisa membuat ku meredam semua impian itu hanya satu bidadari ku, cuma satu permata hati ku, hanya Allah yang bisa melenyapkan segalanya. Entah dengan menyabut nyawa ku, entah dengan membuat ku lupa akan diri mu.
Bidadari ku sampai saat ini aku tak pernah melupakan mu, bayangan dirimu selalu hadir dalam setiap gerak langkahku, selalu menjadi teman pengobat rindu akan dirimu, selalu bersama disetiap helaan nafas ku.
Bidadari ku, semoga Allah meluluhkan hati mu, semoga Allah menumbuhkan rasa cinta dihati mu kepada ku, semoga Allah menyatukan kita dalam pernikahan didunia maupun diakhirat kelak.
~~~ Amien ya Robbiil Alamin ~~~






Komentar Terakhir