Opini : Relevan kah jika motor sport minta irit ???

Kata irit sangat sering didengungkan ketika atau setiap ada produk roda dua terbaru diluncurkan, seolah irit merupakan gimnick marketing yang wajib ada dalam setiap produk roda dua yang baru meluncur ke publik. Bahkan untuk kelas tertentu seperti matik dan cub/bebek sampai diadakan lomba adu irit yang diselenggarakan oleh ATPM.
h2h cb vs nv
Lantas ketika produk yang memang beraura pada kecepatan maka pertanyaannya adalah tepatkah kata irit disematkan karena sepanjang pengamatan TB ketika motorsport dirilis uji hampir semua dilakukan di sirkuit baik Sentul maupun Kenjeran dan ada pula yang mengadopsi dengan pola touring. Semua menganut satu pola yaitu ingin menguji performa masing-masing kuda besi besutannya. Yang di Sentul pingin memperlihatkan kemampuan top speed, yang ngubek-ngubek jalanan berkelok-kelok ingin meperlihatkan torsi mesin, handling dan kepakeman rem, yang jarak jauhh pingin nunjukin bahwa tuh motor enak diajak turing.
Nah dalam pengujian ini tidak terlihat bahwa tunggangan kudu irit tetapi justru yang dilihat adalah tunggangan sesuai nggak dengan jargon yang didengung-dengungkan ATPM. Jika melaju dengan kecepatan tinggi atau berkendara sruntulan yahh konsumsi bahan bakar tentu relatif boros ketimbang yang berkedara dengan memaksimalkan power di setiap RPM.
Nah konsumen kudu jeli dengan hal-hal ini, jangan mudah termakan isu bahwa produk A irit B boros atau sebaliknya. Sebaiknya mengenali dulu karakter kendaraan yang hendak dibeli sehingga tidak kecewa dikemudian hari. Kompresi tinggi memang akan ada dimotor sport yang identik dengan performa, sehingga adalah konsekuensi logis jika harus menyediakan bahan bakar yang memiliki nilai oktan lebih baik. Yang terpenting adalah semua ada resikonya, dan kudu sadar bahwa performa akan berbanding lurus dengan konsumsi bahan bakar. Kalau mau irit ya jangan mbeli motor sport mungkin skutik atau cub lebih cocok.
Tapi jika suatu waktu nanti memang ada ATPM yang berani memberikan terobosan teknologi yang membuat motor sport menjadi sangat-sangat irit misalkan 1 liter bahan bakar dapat menempuh jarak 100 Km :mrgreen: :mrgreen: yoo sebagai konsumen sangatlah senang..!!!

About these ads

13 comments on “Opini : Relevan kah jika motor sport minta irit ???

  1. Jelas relevan klu yg dimaksud itu sport 200 cc ke bawah krn yg disasar kelas midlow, klu sport diatas 250 cc nahh segment nya sdh lain kelasnya tentu real performa yg dicari. Bukan konsumen yg cereweet ribut masalah ini itu…..

  2. relevan aj sih bro…soalnya mrk beli kn buat harian, jd msti diperhitungkan jg brapa biaya operasional klo beli mtor tsb, lain halnya klo beli mtor sport premium yg bisa dibilang buat hobby (enthusiast)…konsumsi BBM hanya jd faktor kesekian dlm membeli motor. Tp seharusnya konsumen jg jgn lebay…mengharapkan motor sport kenceng tp irit kayak bebek, klo msh pake combustion engine y ga bs.

  3. Wah saya seneng artikel ini mas
    saya setuju banget
    apalagi klo ada yg mikir pengen irit tp kenceng beli ninja :)
    Sebagai pengguna motorsport sudah wajib hukumnya ga komplain mengenai boros ato tdk penggunaan bbm. Selain karakter motor, karakter si rider jg sangat berpengaruh.

    http://www.dk8000.co.nr

  4. Makanya cari motor yang bisa tau kalau waktunya irit (rider harus eco ridding) lalu mau cepat (rider betot gas)…

    Itu satu pandangan

    Kalau ada bugatti 50 km/liter tapi 0-100 km/jam 3 detik. Satunya bugatti super 5 km/liter dengan 0-100 km/jam 2 detik. Pilih mana???? Sama sama kencang bukan :)

    Begitu juga CB150R vs New Vixion!!!

    Kalau sama kecang yang segitu gitu aja, ya kita lihat indikator motor terbaik, irit gak! canggih gak! gambot bannya gak! desain ok gak! Kalau ternyata New Vixion lebih jossss CB harus tekuk lutut. Pisss ;)

    • Hehe. Itu satu pandangan lagi :)

      Itulah mengapa harus irit dan kencang. Ya irit dan kencang untuk 2 motor tadi. Jangan dibandingin sama kencangnya SUZUKI fxr 150 dan KAWASAKI ninja 150 r. Begitu juga soal iritnya, jangan dibandingkan sama KAWASAKI klx 150.

      Begitulah pandangan marketing YAMAHA dan HONDA :)

      • Belum lagi tak sodorkan pandangan kendaraan yang memakai konsep hybrid. Yang ternyata Bugatti super duper cepat juga menggunakan teknologi LISTRIK agar torsi MAKNYUS :) (gilanya 0-100 km/jam hanya 1,8 detik)

        Lebih irit dan kencang. Itulah baru mobil mantap. Irit dan kencang.

        Nanti membicarakan energi LISTRIK kendaraan ini cepat habis. Yang iti boros.

        Nanti tak kaitkan sama O2 SENSOR bisa bikin pembakaran sempurna. Jadi seharusnua CB150R itu BISA lebih IRIT DARIIII new vixion. Dan lebih cepat.

        KalauCB150R bisa lebih irit dengan menanamkan teknologi penggerak LISTRIK (60 km/liter) dan (0-100 km/jam hanya 4 detik) kenapa tidak.

        ARTINYA APA HAYOOOO

        Artinya semakin canggih…. Semakin kencang dan semakin irit. Nahhhh lhooo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s