Saya termasuk orang yang tidak suka dengan tindakan semena-mena, salah satunya ketika berbelanja di SMARTKET salah satu mini Market di Tanjungpandan Belitong, saat pembayaran dan ada uang kembaliannya, dengan Alasan tidak ada uang kecil uang kembalian sebesar 500 perak diganti dengan 3 butir Permen. Sengaja saya tidak Ambil 3 permen tersebut, trus begitu saya mau beranjak si kasir bilang “Pak Permennya”, saya jawab “Saya Nggak Beli Permen Kok”, si Kasir bilang lagi “Ini kembalian uang Bapak” , ini jawaban yang saya tunggu “O ooo begitu…. Besok besok bisa dong saya belanja Pakai Permen..” si kasir senyum-senyum tanpa dosa.
Luar biasa, di negara hukum ini orang bisa menciptakan aturan sendiri… Permen di jadikan uang pecahan kecil, naiff sekali kalau alasannya hanya tidak memiliki stok uang pecahan kecil, hemm tidak punya atau malas mencari uang pecahan kecil, atau ada target penjualan dari perusahaan penjual permen untuk mencapai jumlah tertentu untuk mendapatkan Bonusss. Segala kemungkinan Ada.
Solusinya :
Menurut saya biar bisnis cantik dan fair harusnya pemilik bisnis bisa berimprovisasi untuk menerapkan fair play dalam ranah bisnis mereka, salah satunya misal saja mereka tidak bisa menemukan uang pecahan kecil, bisa saja menggunakan kupon yang mereka buat sendiri sebagai alat penanda bahwa pihak Toko punya hutang dengan pelanggannya, sehingga ketika lain waktu pelanggan belanja ke toko mereka, si kasir bisa menanyakan atau pembeli bisa langsung menukarkan kupon tersebut saat mereka berbelanja ke toko tersebut, sederhanakan tetapi FAIR khan, tidak ada yang berbohong atau kibul mengibuli.
~~~ Semoga bermanfaat ~~~






Komentar Terakhir